Banyudono, Anekafakta. Come— Dalam rangka menanamkan keimanan sekaligus mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya bersandar kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan dan musibah, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar Shalat Istisqa, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan SD Muhammadiyah PK Banyudono tersebut diikuti oleh 583 siswa kelas 1 sampai 6, serta bapak dan ibu guru dan karyawan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya, Kepala SD Muh PK Banyudono, Pujiono, S.Si., MM, menyampaikan bahwa sebagai orang beriman, ketika menghadapi persoalan, kesulitan, maupun musibah, manusia harus kembali dan bersandar kepada Allah SWT.
> “Kita sebagai orang beriman, jika ada masalah atau musibah, maka kita kembali dan bersandar kepada Allah. Termasuk ketika menghadapi kekeringan yang terjadi di beberapa kecamatan di wilayah Boyolali Utara,” tutur Pujiono.
Menurutnya, Shalat Istisqa bukan sekadar ritual untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar, doa, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pujiono juga mengajak seluruh warga sekolah untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana ekologis, termasuk kebakaran hutan di Kalimantan. Ia berharap Allah SWT segera memberikan pertolongan berupa hujan yang membawa rahmat sehingga kebakaran dapat segera padam.
“Mari kita berdoa agar hujan yang Allah turunkan menjadi rahmat, keberkahan, dan membawa kebaikan bagi kehidupan manusia serta lingkungan,” imbuhnya.
Perkuat Iman di Saat Bencana Ekologis
Bertindak sebagai imam shalat, Ust. Zumaro, S.Pd.I, Guru Mata Pelajaran Al Islam SD Muh PK Banyudono. Sementara khatib, Ust. Habibi, juga Guru Mata Pelajaran Al Islam, menyampaikan khutbah dengan tema “Perkuat Iman di Saat Bencana Ekologis.”
Dalam khutbahnya, Ust. Habibi mengingatkan bahwa berbagai fenomena alam hendaknya menjadi bahan renungan bagi manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bencana ekologis juga menjadi pengingat agar manusia menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan kerusakan di muka bumi.
Ia mengajak para siswa dan seluruh warga sekolah untuk memperkuat iman, memperbanyak istighfar, memperbaiki amal, serta terus memohon pertolongan Allah SWT.
Sementara itu, Muhammad Zumaro selaku koordinator kegiatan menyampaikan teknis sekaligus tata cara pelaksanaan Shalat Istisqa kepada seluruh peserta. Penjelasan tersebut diberikan agar para siswa memahami bahwa Shalat Istisqa memiliki tata cara khusus dan dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman melaksanakan ibadah secara bersama-sama, tetapi juga pembelajaran nyata tentang ketauhidan, kepedulian terhadap lingkungan, kesadaran menghadapi bencana, serta sikap tawakal kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah PK Banyudono berharap nilai-nilai keimanan tidak hanya dipahami secara teori di dalam kelas, tetapi juga dihidupkan melalui praktik ibadah dan kepedulian terhadap persoalan kehidupan di sekitar. Dengan demikian, sekolah semakin konsisten menanamkan karakter siswa sebagai generasi yang sholeh, cerdas, kreatif, dan mandiri, sekaligus calon pemimpin bangsa.
nug
Posting Komentar