Tokoh Pasar Baru Bekasi, Endar : Sejak Kapan Ada RWP?


Bekasi,Anekafakta.com-
Adalah Suhendar Darmawan pria berusia 49th ini adalah salah satu tokoh di Pasar Baru Bekasi. Pria kalem ini sudah malang melintang diwilayah Pasar Baru, bahkan sejak masih kanak-kanak.

Endar panggilan akrab pria ini kerab bercerita bahwa zaman kakaknya masih "nongkrong" (sekitar tahun 1990-an) di Pasar Baru Bekasi, ia sudah berada dan akrab dengan suasana hiruk pikuk Pasar. 

Kini, Endar memiliki usaha warung kopi dan makanan diblok II Pasar Baru. Hal ini dikarenakan sebelumnya Endar juga berdagang ditempat yang dilarang peruntukkannya oleh Pemkot Bekasi, dalam hal ini DISDAGPERIN kota Bekasi.

"Iya, saya mah ikuti aja perintah pimpinan, kalo pemerintah nyuru pindah, ya pindah. Ngapain ngelawan. Dan alhamdulillah dapet tempat. Kita dukung donk pemerintah untuk menata Kota Bekasi, masa ga? Khan untuk kebaikan kita semua. Yang penting pedagangnya nyaman, pembelinya ada. Ya ga?" Ucap Endar menjawab pertanyaan wartawan seputar relokasi pedagang.

"Sejak kapan ada RWP?. Saya bertahun-tahun disini, baru tahu ada RWP. Emang kantornya mah saya tau, apa kegiatan dan apa maksud dan tujuannya ga jelas. Ga jelas itu maksudnya, ga pernah ada sosialisasi, rapat atau musyawarah, tau-tau nongol aja. Apa nyari PANGGUNG kali, sehubungan dengan pemerintah kota Bekasi lagi sibuk-sibuknya menata PKL dan Pasar Baru. Kemaren-kemaren sepi-sepi aja. Caper banget jadi orang. Dan yang paling aneh, saya juga sudah menanyakan ke orang-orang dinas (DISDAGPERIN KOTA BEKASI - red) ternyata ga ada dicatetan dinas, RWP itu ada. Coba aja tanyain. Mana legalitasnya. Legalitas yang bener ya, yang sesuai dengan aturan. Jadi ga usa pake nama RWP kalau emang ga punya legalitas yang bener. Kalo ada, sumpah, saya ikut. Saya orang yang paling seneng ikut organisasi. Biar gini-gini, saya dulu kader PDI-P zaman Agus Jabrik almarhum, cs kentel abang saya. Jadi tolonglah jangan caper, mana legalitasnya. Ngaku-ngaku, boleh. Tapi diakui ga? Adalagi orang, besok ngaku RWP, besok lagi ngaku, RWPKL, besok lagi ngaku, K3, ga sekalian ngaku malaikat. Kalo ada stempel dari pemerintah, dan masih berlaku sampe sekarang, saya gabung. Kalo ga, ga usa caper. Saat ini para pedagang seperti saya, lagi butuh wadah untuk menyalurkan aspirasi dan tempat untuk mengembangkan usaha. Kalo ga jelas, bubarin aja, bentuk yang baru. Jangan jadikan RWP abal-abal Panggung kepentingan sendiri" Tutup Endar, mengakhiri wawancara.

*red
Uploaded Image

Post a Comment

أحدث أقدم