Batik Hidup Kembali  Mercure Solo Ajak PKK Kota Surakarta Kreatif dan Sehat Lewat Upcycling dan Yoga Berkain



Surakarta, Anekafakta.com– Memperingati Hari Batik Nasional, Mercure Solo menggelar acara bertema pelestarian wastra melalui pendekatan kreatif dan gaya hidup sehat. Bertajuk “Merangkai Wastra, Merawat Warisan”, kegiatan ini menghadirkan workshop upcycling batik dan sesi yoga berkain yang diikuti 30 anggota Tim Penggerak PKK Kota Surakarta di area Mercure Solo.

Kolaborasi dengan Pengrajin Lokal dan Komunitas Wellness
Dalam workshop upcycling batik, Mercure Solo bermitra dengan Batik Putra Bengawan untuk memberikan pemahaman tentang pemanfaatan sisa kain batik menjadi produk bernilai. Peserta diajarkan mengubah potongan kain perca menjadi bros batik, menunjukkan bahwa limbah tekstil dapat diubah menjadi karya yang estetis dan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini juga menekankan praktik berkelanjutan, di mana material yang masih layak pakai dimanfaatkan kembali, mendukung gerakan ramah lingkungan dan pelestarian budaya.
Sebagai pelengkap, Mercure Solo menghadirkan sesi Yoga Berkain bekerja sama dengan DiNADI dan Serenity Asana. Peserta melakukan gerakan yoga sambil mengenakan kain batik, menciptakan pengalaman yang memadukan kesehatan fisik, ketenangan pikiran, dan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara.

Komitmen Hotel terhadap Budaya dan Keberlanjutan
Intan Alice, General Manager Mercure Solo, menyatakan bahwa Hari Batik Nasional menjadi momen strategis untuk mendekatkan masyarakat pada warisan budaya Indonesia melalui aktivitas yang relevan dengan kehidupan modern.
Melalui ‘Merangkai Wastra, Merawat Warisan’, kami ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya untuk dikenakan, tetapi juga bisa diolah kembali menjadi karya bernilai. Kami juga ingin menghadirkan pengalaman yang menggabungkan budaya, kreativitas, dan wellness sebagai bagian dari komitmen Mercure Solo dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan praktik berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai hotel dengan semangat Locally Inspired, Mercure Solo terus mengembangkan program yang mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas lokal, serta menciptakan pengalaman bermakna bagi masyarakat dan tamu. Melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, komunitas, dan organisasi masyarakat, Mercure Solo berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.
[4/10 22.44] Ratih Badminton: Sambut Hajatan Ageng Jagalan ke-12, Warga Jagalan Gelar Umbul Dunga dan Bersih Desa Serentak

*SOLO –* Menyambut Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) ke-12, Kelurahan Jagalan, Jebres, Surakarta menggelar rangkaian kegiatan pra-acara yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan aksi bersih desa serentak di seluruh wilayah.

Rangkaian kegiatan dibuka pada Sabtu, 3 Oktober 2026 dengan agenda Umbul Dunga. Seluruh perwakilan RW 01 hingga RW 15 bersama staf kelurahan dan jajaran lembaga kelurahan Jagalan berkumpul memanjatkan doa bersama untuk kelancaran Kirab Hajatan Ageng Jagalan 2026.

Selanjutnya, pada Minggu, 4 Oktober 2026, giliran kegiatan Bersih Desa 2026 yang digelar. Kegiatan dipusatkan di Kampung Kandang Pitik, RW 02, namun gotong royong pembersihan dilakukan serentak oleh warga di wilayah masing-masing di seluruh Jagalan.

Lebih dari sekadar gotong royong, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan warga, sekaligus meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain membersihkan lingkungan, warga juga serentak memasang umbul-umbul di setiap kampung. Dalam tradisi Jawa, pemasangan umbul-umbul ini menjadi tanda bahwa Jagalan "Nduwe Gawe" atau akan menggelar hajat besar.

Ketua Hajatan Ageng Jagalan 2026, Anggoro Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dua kegiatan awal ini menjadi fondasi penting sebelum puncak acara.

"Kegiatan ini untuk merajut nilai-nilai kebersamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Jagalan. Kami ingin HAJ tidak hanya menjadi pesta budaya, tapi juga gerakan warga untuk peduli lingkungan," ujar Anggoro.

Puncak acara Kirab Hajatan Ageng Jagalan ke-12 sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2026, sepanjang Jalan Suryo, depan Kelurahan Jagalan.

Tahun ini, HAJ mengusung tema "Hamemayu Jagalan, Hamemayu Bawana" yang memiliki arti Mari Merawat Jagalan dan Mari Merawat Bumi. Tema tersebut menegaskan komitmen warga Jagalan untuk menjaga kampung halamannya sekaligus berkontribusi merawat bumi melalui pelestarian budaya dan lingkungan.

Red
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama