Surakarta, Anekafakta.com– Sebanyak 138 siswa jurusan Perhotelan dari SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta mengunjungi fave hotel Manahan Solo pada Senin (12/10). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri perhotelan, sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia kerja yang akan mereka hadapi setelah lulus.
Berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Saffron Meeting Room, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan pengenalan operasional hotel, tetapi juga menjadi momentum penting melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan fave hotel Manahan Solo.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Moch Harpan Nursitadhi, M.Pd., M.Eng., selaku Kepala SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta, kemudian dilanjutkan dengan sesi motivasi bersama Emi Endah Ayu, HR Manager fave hotel Manahan Solo dan fave hotel Solo Baru. Dalam sesi tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya membangun sikap profesional, kedisiplinan, serta kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Moch Harpan Nursitadhi, M.Pd., M.Eng., mewakili pihak sekolah, dan Emi Endah Ayu, mewakili pihak hotel. Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, terutama dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri perhotelan.
Bagi pihak sekolah, kesempatan untuk terhubung langsung dengan industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja. Moch Harpan Nursitadhi, M.Pd., M.Eng., menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar bagi siswa melalui pengalaman langsung di lingkungan hotel.“Kami ingin siswa tidak hanya memahami perhotelan dari sisi teori, tetapi juga mengenal bagaimana standar dan budaya kerja diterapkan secara langsung di industri. Melalui kerja sama ini, kami berharap mereka memiliki gambaran yang lebih jelas tentang dunia kerja, sehingga lebih siap mengembangkan kompetensi dan meniti karier di bidang perhotelan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Emi Endah Ayu menilai kolaborasi antara sekolah dan industri memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang siap kerja. Menurutnya, pembelajaran akan menjadi lebih bermakna ketika siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mempraktikkan secara langsung keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional. “Industri perhotelan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga sikap kerja yang baik, disiplin, dan mampu memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk mengenal standar industri sejak dini, sekaligus membuka peluang pembelajaran melalui program magang dan praktik kerja lapangan,” jelas Emi.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak membuka peluang untuk mengembangkan berbagai program, mulai dari praktik kerja lapangan atau magang bagi siswa, program magang guru, hingga kesempatan penyerapan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkenalkan budaya kerja perhotelan ke lingkungan sekolah, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih selaras dengan perkembangan dunia industri.
Setelah sesi pembukaan dan penandatanganan MoU, para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti hotel tour. Mereka diajak mengenal sejumlah area hotel, mulai dari lobby, Lime Restaurant, meeting room, hingga kamar tamu. Para siswa juga mengunjungi housekeeping office untuk melihat lebih dekat lingkungan kerja serta aktivitas tim Housekeeping dalam mendukung operasional hotel sehari-hari.
Melalui tur ini, siswa mendapatkan gambaran bahwa pengalaman menginap yang nyaman tidak terlepas dari koordinasi berbagai departemen, perhatian terhadap detail, dan penerapan standar pelayanan yang konsisten. Setiap area memiliki peran tersendiri dalam menciptakan pengalaman positif bagi tamu.
Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi dengan sesi praktik making bed yang dipandu langsung oleh tim Housekeeping fave hotel Manahan Solo. Para siswa diperkenalkan pada teknik dasar merapikan tempat tidur sesuai standar operasional hotel, termasuk pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan kamar.
Sesi praktik ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat secara langsung penerapan keterampilan yang mereka pelajari di sekolah. Dengan demikian, kunjungan industri tidak hanya menjadi sarana observasi, tetapi juga pengalaman belajar yang lebih dekat dengan aktivitas kerja sehari-hari di hotel.
Melalui kegiatan ini, fave hotel Manahan Solo berharap kerja sama dengan SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta dapat terus berkembang dan menghadirkan program-program yang relevan bagi dunia pendidikan maupun industri. Sinergi tersebut diharapkan mampu membantu mempersiapkan generasi muda yang terampil, profesional, dan siap berkontribusi dalam perkembangan industri perhotelan Indonesia.
Red
إرسال تعليق