FARAZANDI ANGGOTA KOMISI B DPRD DKI SIAP KAWAL ASPIRASI WARGA
ANEKAFAKTA.COM,Jakarta
Sosialisasi dari pemerintah merupakan salah satu cara memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai peraturan yang ada. Seperti dilakukan oleh Farazandi Fidinansyah selaku Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta melaksanakan Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pemajuan Kebudayaan Betawi di Aula RT. 019/RW.03 Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan.
Turut hadir Andri Anas (Narasumber dan Anggota FKDM Jaksel), Manaik Fernando (Sekcam Pesanggrahan), Ahmad Hasan Husaini (Lurah Ulujami), Ketua RT/RW se Ulujami, FKDM, LMK, Karang Taruna, PKK, pegiat seni dan budaya Betawi serta masyarakat lainnya.
Dalam kata sambutannya, Farazandi Fidinansyah selaku Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta mengatakan selain melakukan reses, tugas anggota dewan juga melakukan Sosialisasi Perda yang sekiranya relevan terhadap aktivitas di lingkungan masyarakat, nantinya ada usulan yang masuk dari masyarakat.
"Setelah masuk saya akan kawal, saya perjuangkan agar jangan sampai tercoret dalam penganggarannya," jelasnya.
Menurutnya kampung Ulujami merupakan salah satu kampung di Jakarta yang masih kental budaya Betawinya. Kultur budaya Betawi itu banyak ragamnya, maka dengan Perda yang ada diharapkan ada pengembangan dan pemajuan didalamnya.
"Jika pelaku budayanya bertambah banyak maka pemerintah dinilai berhasil dalam menjalankan tugasnya," terangya.
Dikesempatan yang sama Andri Anas selaku Narasumber dan Anggota FKDM Jaksel sangat bangga dengan warga Ulujami bahwa melalui kegiatan ini terdapat beberapa usulan dari masyarakat perihal kebudayaan Betawi, mulai dari ondel-ondel, lenong hingga perwujudan Kampung Silat Petukangan sebagai destinasi wisata budaya.
"Mudah-mudahan dengan adanya Sosialisasi Perda ini, masyarakat diharapkan dapat tetap mempertahankan, menyebarluaskan sekaligus mengembangkan budaya khususnya Betawi," tegasnya.
Ahmad Hasan Husaini sebagai Lurah Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Ulujami untuk turut serta di Jl. Kesehatan, Bintaro Pesanggrahan yang rutin Kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
"Program HBKB dapat dimanfaatkan menjadi ajang kreativitas warga menampilkan potensi budaya. Kesempatan ini dapat digunakan sebagai upaya penyebar luasan dan pengembangan budaya, khususnya Betawi," imbuhnya.
(M. Rido, Duta Kampung Silat Petukangan)
Red

إرسال تعليق