Keroncong Kembali Bersinar ,Keseruan Penutupan SKF 2026 Dengan Rangkaian Kolaborasi yang Menggetarkan 




SURAKARTA, Jawa Tengah, Anekafakta.com – Memasuki hari terakhir, Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali menghadirkan rangkaian penampilan yang semakin beragam dan atraktif di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Festival ini terus menegaskan perannya sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi musik keroncong lintas generasi.

Acara dibuka dengan penampilan dari perwakilan kecamatan, diawali oleh Kecamatan Jebres dan Kecamatan Serengan, yang menghadirkan sajian keroncong dengan nuansa khas daerah. Penampilan berlanjut dengan Kecamatan Banjarsari yang tampil dengan komposisi musik yang harmonis dan penuh energi.

Memasuki penampilan berikutnya, panggung SKF 2026 diisi oleh kolaborasi menarik dari Orkestra Keroncong SMA Pangudi Luhur Jakarta featuring Orkestra Keroncong Batavia Mood yang membawakan lima lagu dengan sentuhan modern. Suasana semakin hangat dengan penampilan Duo Wening & Jepank featuring Hendri lamiri yang menghadirkan harmonisasi musik yang intim dan berkelas. Duo Wening & Jepank selama tampil membawakan lagu-lagu bertemakan identitas Kota Solo salah satu contohnya Solo Berseri.

Penampilan Joharini turut memperkaya warna musik pada malam terakhir dengan aransemen yang dinamis dan eksploratif. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para penampil sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam acara ini.

Memasuki puncak acara, The Royal Surakarta Orchestra tampil megah bersama Rozita Rohazad, Hendri Lamiri, dan Iksan Skuter, menghadirkan kolaborasi orkestra yang memukau dan menjadi highlight di malam terakhir. Salah satu penampil, Iksan Skuter turut membagikan kesannya atas keterlibatan dalam SKF 2026. “Suatu pengalaman yang menarik, karena pertama kali saya membawakan karya saya dalam format keroncong di Kota Solo” ujarnya. Ia juga menambahkan “Harapan saya, semoga acara ini menjadi acara tahunan dan berkembang menjadi kebanggaan Soloraya dan Indonesia”

Acara SKF 2026 ditutup secara simbolis oleh perwakilan walikota Surakarta yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. “Harapannya, Solo Keroncong Festival dapat terus berlanjut dan berkembang di tahun-tahun mendatang, serta kembali hadir dengan lebih semarak pada SKF 2027 sebagai bagian dari upaya bersama melestarikan musik keroncong sebagai warisan budaya bangsa” ucap Bapak Maretha Dinar Cahyono selaku Kepala Disbudpar Surakarta.

Solo Keroncong Festival 2026 hari terakhir ditutup dengan penampilan istimewa dari The Royal Surakarta Orchestra yang menghadirkan sajian orkestra yang khas Kota Solo dengan penuh kemegahan. Penampilan ini menjadi klimaks sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Solo Keroncong festival 2026, meninggalkan kesan mendalam serta mempertegas eksistensi musik keroncong sebagai warisan budaya dan ikon budaya Kota Surakarta yang terus hidup dan berkembang.

SURAKARTA, Jawa Tengah –  19 Juli 2026 – Memasuki hari terakhir, Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali menghadirkan rangkaian penampilan yang semakin beragam dan atraktif di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Festival ini terus menegaskan perannya sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi musik keroncong lintas generasi.

Acara dibuka dengan penampilan dari perwakilan kecamatan, diawali oleh Kecamatan Jebres dan Kecamatan Serengan, yang menghadirkan sajian keroncong dengan nuansa khas daerah. Penampilan berlanjut dengan Kecamatan Banjarsari yang tampil dengan komposisi musik yang harmonis dan penuh energi.

Memasuki penampilan berikutnya, panggung SKF 2026 diisi oleh kolaborasi menarik dari Orkestra Keroncong SMA Pangudi Luhur Jakarta featuring Orkestra Keroncong Batavia Mood yang membawakan lima lagu dengan sentuhan modern. Suasana semakin hangat dengan penampilan Duo Wening & Jepank featuring Hendri lamiri yang menghadirkan harmonisasi musik yang intim dan berkelas. Duo Wening & Jepank selama tampil membawakan lagu-lagu bertemakan identitas Kota Solo salah satu contohnya Solo Berseri.

Penampilan Joharini turut memperkaya warna musik pada malam terakhir dengan aransemen yang dinamis dan eksploratif. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para penampil sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam acara ini.

Memasuki puncak acara, The Royal Surakarta Orchestra tampil megah bersama Rozita Rohazad, Hendri Lamiri, dan Iksan Skuter, menghadirkan kolaborasi orkestra yang memukau dan menjadi highlight di malam terakhir. Salah satu penampil, Iksan Skuter turut membagikan kesannya atas keterlibatan dalam SKF 2026. “Suatu pengalaman yang menarik, karena pertama kali saya membawakan karya saya dalam format keroncong di Kota Solo” ujarnya. Ia juga menambahkan “Harapan saya, semoga acara ini menjadi acara tahunan dan berkembang menjadi kebanggaan Soloraya dan Indonesia”

Acara SKF 2026 ditutup secara simbolis oleh perwakilan walikota Surakarta yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. “Harapannya, Solo Keroncong Festival dapat terus berlanjut dan berkembang di tahun-tahun mendatang, serta kembali hadir dengan lebih semarak pada SKF 2027 sebagai bagian dari upaya bersama melestarikan musik keroncong sebagai warisan budaya bangsa” ucap Bapak Maretha Dinar Cahyono selaku Kepala Disbudpar Surakarta.

Solo Keroncong Festival 2026 hari terakhir ditutup dengan penampilan istimewa dari The Royal Surakarta Orchestra yang menghadirkan sajian orkestra yang khas Kota Solo dengan penuh kemegahan. Penampilan ini menjadi klimaks sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Solo Keroncong festival 2026, meninggalkan kesan mendalam serta mempertegas eksistensi musik keroncong sebagai warisan budaya dan ikon budaya Kota Surakarta yang terus hidup dan berkembang.


Rth
Uploaded Image

Post a Comment

أحدث أقدم